Metode Simple Additive Weighting (SAW)
"Metode SAW bekerja dengan menjumlahkan semua nilai alternatif pada setiap kriteria setelah dilakukan proses normalisasi dan pembobotan. Metode ini dipilih karena dapat memberikan penilaian berdasarkan bobot dari masing-masing kriteria dan menghasilkan perankingan yang objektif."
Efisiensi & Objektivitas
Menurut Aziz dan Sugiarto [13], metode SAW mampu memberikan rekomendasi yang objektif dan efisien karena proses perhitungannya yang terstruktur.
Validasi Medis
Kriteria dan bobot dalam sistem ini telah divalidasi oleh pakar rehabilitasi medis, Dr. Darsuna Mardhiah, Sp.KFR, untuk memastikan keamanan bagi lansia.
Perhitungan Terbobot
Konsep dasar metode ini adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Firdaus [14]).
Kriteria & Bobot Penilaian
Berdasarkan wawancara pakar dan studi literatur, ditetapkan kriteria utama untuk menentukan kelayakan olahraga bagi lansia.
"Semakin besar nilai bobot, semakin prioritas kriteria tersebut mempengaruhi hasil akhir."
| Kode | Kriteria | Sifat (Atribut) | Bobot (W) |
|---|---|---|---|
| C1 | Usia |
Benefit
Makin Besar = Lebih Baik
|
0.15 |
| C2 | Kondisi Kesehatan |
Cost
Makin Kecil = Lebih
Baik
|
0.3 |
| C3 | Tujuan Olahraga |
Benefit
Makin Besar = Lebih Baik
|
0.15 |
| C4 | Risiko Cedera |
Cost
Makin Kecil = Lebih
Baik
|
0.25 |
| C5 | Biaya |
Cost
Makin Kecil = Lebih
Baik
|
0.15 |
Tahapan Perhitungan SAW
Mengacu pada penelitian Aziz dan Sugiarto [13]
1. Normalisasi Matriks (R)
Melakukan normalisasi matriks keputusan $X$ ke skala yang dapat diperbandingkan.
2. Perankingan (Nilai Preferensi)
Nilai akhir ($V_i$) diperoleh dari penjumlahan perkalian elemen baris ternormalisasi ($r_{ij}$) dengan bobot preferensi ($w_j$).
Simulasi Data Real-Time
Langkah 1: Matriks Keputusan (X)
| Alternatif |
C1
Max |
C2
Min |
C3
Max |
C4
Min |
C5
Min |
|---|---|---|---|---|---|
| Jalan Kaki | 9 | 1 | 6 | 2 | 1 |
| Tai Chi | 8 | 1 | 9 | 2 | 2 |
| Yoga Ringan | 8 | 1 | 7 | 2 | 2 |
| Senam Lansia | 8 | 1 | 8 | 3 | 2 |
| Bersepeda Pelan | 7 | 1 | 5 | 4 | 3 |
| Nilai Pembagi | Max: 9 | Min: 1 | Max: 9 | Min: 2 | Min: 1 |
Langkah 2: Matriks Ternormalisasi (R)
Menampilkan hasil pembagian (Nilai Alternatif / Nilai Max) atau (Nilai Min / Nilai Alternatif)| Alternatif | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
|---|---|---|---|---|---|
| Jalan Kaki |
1.000
(9 ÷ 9) |
1.000
(1 ÷ 1) |
0.667
(6 ÷ 9) |
1.000
(2 ÷ 2) |
1.000
(1 ÷ 1) |
| Tai Chi |
0.889
(8 ÷ 9) |
1.000
(1 ÷ 1) |
1.000
(9 ÷ 9) |
1.000
(2 ÷ 2) |
0.500
(1 ÷ 2) |
| Yoga Ringan |
0.889
(8 ÷ 9) |
1.000
(1 ÷ 1) |
0.778
(7 ÷ 9) |
1.000
(2 ÷ 2) |
0.500
(1 ÷ 2) |
| Senam Lansia |
0.889
(8 ÷ 9) |
1.000
(1 ÷ 1) |
0.889
(8 ÷ 9) |
0.667
(2 ÷ 3) |
0.500
(1 ÷ 2) |
| Bersepeda Pelan |
0.778
(7 ÷ 9) |
1.000
(1 ÷ 1) |
0.556
(5 ÷ 9) |
0.500
(2 ÷ 4) |
0.333
(1 ÷ 3) |
Langkah 3: Hasil Perankingan (V)
| # | Alternatif | Rincian Perhitungan (Bobot × R) | Nilai Akhir |
|---|---|---|---|
| 1 | Jalan Kaki |
(0.15 × 1.00) + (0.3 × 1.00) + (0.15 × 0.67) + (0.25 × 1.00) + (0.15 × 1.00)
|
0.950 |
| 2 | Tai Chi |
(0.15 × 0.89) + (0.3 × 1.00) + (0.15 × 1.00) + (0.25 × 1.00) + (0.15 × 0.50)
|
0.908 |
| 3 | Yoga Ringan |
(0.15 × 0.89) + (0.3 × 1.00) + (0.15 × 0.78) + (0.25 × 1.00) + (0.15 × 0.50)
|
0.875 |
| 4 | Senam Lansia |
(0.15 × 0.89) + (0.3 × 1.00) + (0.15 × 0.89) + (0.25 × 0.67) + (0.15 × 0.50)
|
0.808 |
| 5 | Bersepeda Pelan |
(0.15 × 0.78) + (0.3 × 1.00) + (0.15 × 0.56) + (0.25 × 0.50) + (0.15 × 0.33)
|
0.675 |